Skripsi S1 Ilmu Gizi
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN MAKANAN PEDAS, KAFEIN DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA PEGAWAI PT HOLISTIC INDONESIA
XMLLatar Belakang: Prevalensi dispepsia di Indonesia mencapai 40-50%. Faktor risiko yang menyebabkan sindrom dispepsia adalah perubahan gaya hidup seperti kualitas tidur, pola makan dan kebiasaan tidak sehat salah satunya, mengonsumsi makanan pedas dan kafein serta minuman bersoda. Sindrom dispepsia bisa terjadi pada pekerja karena adanya peningkatan kadar serum gastrin dan pepsinogen.
Tujuan: Untuk menganalisis adanya hubungan kebiasaan makan makanan pedas, kafein, dan kualitas tidur dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional pada pegawai PT Holistic Indonesia.
Metode Penelitian: Metode observasi analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Pengumpulan data dengan cara wawancara langsung. Pengambilan subjek menggunakan teknik Consecutive sampling menggunakan media kuesioner sindrom dispepsia berdasarkan kriteria Rome IV, kebiasaan konsumsi makanan pedas dan kafein menggunakan kuesioner Food Frequency Questionaire (FFQ) dan kuesioner kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2023 terhadap 58 pegawai PT Holistic Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi. Uji analisis pada penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil: Sebanyak 22 subjek (38%) mengalami Postprandial distress syndrome. 44 subjek (76%) dengan kebiasaan sering mengonsumsi makanan pedas, 56 subjek (97%) dengan kebiasaan jarang mengonsumsi kafein (97%) dan 45 subjek (78%) memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan yang signifikan pada kebiasaan makan-makanan pedas dan kualitas tidur dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional (p<0,05). Hasil penelitian pada variabel kafein menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional (p>0,05).
Simpulan: Kebiasaan konsumsi makan-makanan pedas dan kualitas tidur yang buruk terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional. Sebaliknya, konsumsi kafein tidak berhubungan dengan kejadian sindrom dispepsia.
Detail Information
| Penulis | |
|---|---|
| Student ID |
1321120020
|
| Dosen Pembimbing |
Aviani Harfika - 0412089301 - Dosen Pembimbing 1
Restu Amalia Hermanto - 0413128902 - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
13211
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Program Studi S1 Ilmu Gizi
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik : Purwakarta |
| Publish Year | 2024 |
| No Panggil |
G0111
|
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |
Lampiran Berkas
Untuk Bab 3, Bab 4 dan Lampiran, silahkan datang ke Perpustakaan dengan mengakses versi Hardcopy secara langsung. Nomor Panggil Skripsi S1 Ilmu Gizi ini adalah: G0111







